Nothing Last Forever, but making thing lasting is priceless !
- *Mencintai itu mudah,mempertahankan untuk tetap mencintai itu butuh komitmen dan usaha keras ( *mencintai apa saja..)
- Membeli sesuatu itu mudah,ada uang tinggal bayar,tapi untuk menjaganya tetap bermanfaat seperti saat ingin membeli itu butuh usaha dan kemauan yang lebih daripada saat ingin membeli.
- Membuat rencana lebih mudah,melaksanakan sesuai rencana lebih tidak mudah.
- Menikah untuk berkeluarga tidak lebih susah dari membeli sesuatu,tapi menjaganya tetap sesuai harapan lebih mahal dan susah dari membeli sesuatu.
- Berusaha mendapatkan keturunan tidak lebih susah dari memelihara keturunan.
Jadi apakah sebenarya tujuan dari semua keinginan? masih bertanya-tanya jugakah?
Memang, MAINTENANCE itu lebih panjang prosesnya,harga yang lebih,komitmen yang konsisten serta banyak usaha lainnya agar tetap sesuai dengan tujuan pada saat melakukan tujuan INVESTMENT awalnya.
That's all work for life and goods..be grateful and upgrade the mind,not upgrade the environment..(but if it should,it's only last choice ) Me28611TM654PM
Selasa, 28 Juni 2011
Senin, 01 November 2010
MENGAPA BISA BEGITU ( Never ending why )

Satu pertanyaan yang bisa berjuta jawaban namun masih tidak terjawab...
atau satu pertanyaan yang tak perlu dijawab tapi sudah terjawab.
Dunia manusia yang sudah tidak murni memang mudah tererupsi dan terkontaminasi,padahal
segala kebeningan itu tidak jauh, hanya cukup di hati nurani yang benar2 dari YME, bukan hati nurani
yang masih tererupsi oleh ego individu maupun lingkungan.
Atau memang begitukah sifat 'badan kasar manungsa' ( sifat materi/ujud penyusun manusia ) sehingga
'suara' yang paling murni dari nurani tertutup hingga akhir kontrak hidupnya di dunia materi fana ini.
Sehingga hanya sesal di akhir hayatnya pada saat menyadari bahwa ternyata jawaban yang dicari
hanyalah tak berjarak di dalam dirinya sendiri,untuk memahami,mengerti dan menutup pertanyaan yang
tak berujungnya itu,namun itupun jika sempat untuk menyadarinya,setelah kesadaran dicabut dari badan
kasarnya, tinggal kesadaran dan nurani yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali menunggu untuk diadili.
Mengapa terlalu banyak bertanya jika sebenarnya di dalam hatimu telah tersimpan semua kunci jawaban,
apakah egomu dan ego lingkunganmu telah menutup mata dan pikiran nuranimu..untuk menerima apa-apa yang
sebenarnya kamu tahu itu memang layak dan sudah sepatutnya walau terasa pahit dan getir jika mendayu-dayu dalam merasakannya.
Obat akan terasa pahit atau getir namun bisa menyembuhkan jika tepat dosisnya,walau tetap harus menelannya.
Gesekan senar dan dawai akan menyakitkan telinga namun akan menyejukkan atau membuat gembira jika sudah tahu iramanya walau semua tetap harus didengarkan.
Bunyi klakson memekakkan telinga tapi menghindarkanmu dari bahaya yang tidak perlu menghampirimu diwaktu yang tidak tepat untuk kamu alami walau kamu harus menggerutu dalam menerimanya..
BERHENTILAH BERTANYA! KAMU SUDAH TAHU JAWABANYA!
( jakarta 1 Nov 2010)
Senin, 01 Maret 2010
CANGGIHNYA 'KOMPUTERKU'
Sebenarnya komputer yang saya gunakan hanya Sebuah P4 Thosiba Sattelite dengan memory 512MB yang mungkin sudah lawas buat ukuran para penggila jajet. Yang saya maksud sebenarnya bukan perangkat keras dan perangkat lunak itu,yang saya maksud adalah perangkat keras dan perangkat lunak saya,ya tubuh,akal/pikiran serta roh yang ada di waktu sekarang saya menulis ini.
Coba bayangkan,dari awal penciptaan sampai akhir kehidupan,setiap individu seluruh dunia mempunyai ciri khas masing-masing,tidak ada seorangpun yang sama,meski itu adalah kembar identik,kecuali ada rekayasa manusia (kloning?tapi adakah?manusia dikloning,baru ada di film-film...) nah,dari sini yang bisa seorang manusia yang berpikir adalah pertama mengagumi,berpikir,bersyukur dan berterima kasih telah 'dipinjami' komputer yang canggih ini untuk mengabdi kepada kehidupan yang bertanggung jawab agar direstui sama yang memberi pinjaman,YME tentunya.
Lagi mengenai canggihnya 'komputer' ini,karena kita hidup di era yang sudah mengenal komputer,pemahaman kita pun setidaknya akan belajar dari yang kita gunakan sehari-hari,seperti seorang pertapa yang belajar dari alam.,seperti orang bijak terdahulu yang belajar dari apa yang ditemui dalam perjalanan hidupnya sehingga timbulah istilah-istilah seperti," Lakoni hidup seperti air..""jangan seperti air di daun talas.." dsb.. tentunya bagi kita,terutama saya,akan berkata HIDUP INI SEAKAN SEBUAH KOMPUTER CANGGIH,,, yang ber-hardware JASAD, ber-software RUH dan ber-memory AKAL/PIKIRAN, yah komputer harian kita,adalah contoh kecil kehidupan ini.
Mereka hanya hardware dan software,jika sudah tertanan satu operating system yang canggih,mereka akan hidup dan shut down serta menjalankan perintah secara otomatis ataupun berpikir dengan logaritma tersendiri untuk yang ditanam artificial Intelligence , tentunya ada usia pakai,akan tergantikan dengan model terbaru dengan kapasitas yang terbaharui dari sebelumnya,nah demikian juga manusia.
Cara berpikir abad ke 14 tidak akan bisa digunakan 100% diabad 21, akan dikira primitif,coba saja kita masih menggunakan Batu dan arang untuk mendokumentasikan apa yang kita dapat dengan huruf-huruf sansekerta,siapa manusia awam yang akan tahu? pastinya hanya sebagian kecil dan yang telah berkembang berabad tersebut yang digunakan pada masa ini.
Yah,'komputer' kita hanya tiga kesatuan,seperti juga komputer yang ada sekarang paling tidak, menurut saya dan mungkin beberapa orang yang sepaham, hanya ada JASAD=HARDWARE , SOFTWARE=PIKIRAN/AKAL , LISTRIK=RUH, masing - masing ada lifetime-nya, hardware akan jebol kalau sudah uzur atau terjadi keausan atau kecelakaan,sedang Listrik akan habis atau ada sesuai suplly yang diberikan ( sama YME ) dan software terbatas sesuai kemampuan masing-masing dalam mneggunakannya.,namun masing-masing yang menggunakan akal/pikiran akan dimintai pertanggungjawaban,mampukah kita memaksimalkan dan mempertanggungjawabkannya jika terjadi crash? atau kita hanya menyerah pada saat 'virus' menyerang komputer canggih kita? Saatnya merenung dan terus berjalan sampai timer pada 'power supply' memberi warning...keep strive!
Coba bayangkan,dari awal penciptaan sampai akhir kehidupan,setiap individu seluruh dunia mempunyai ciri khas masing-masing,tidak ada seorangpun yang sama,meski itu adalah kembar identik,kecuali ada rekayasa manusia (kloning?tapi adakah?manusia dikloning,baru ada di film-film...) nah,dari sini yang bisa seorang manusia yang berpikir adalah pertama mengagumi,berpikir,bersyukur dan berterima kasih telah 'dipinjami' komputer yang canggih ini untuk mengabdi kepada kehidupan yang bertanggung jawab agar direstui sama yang memberi pinjaman,YME tentunya.
Lagi mengenai canggihnya 'komputer' ini,karena kita hidup di era yang sudah mengenal komputer,pemahaman kita pun setidaknya akan belajar dari yang kita gunakan sehari-hari,seperti seorang pertapa yang belajar dari alam.,seperti orang bijak terdahulu yang belajar dari apa yang ditemui dalam perjalanan hidupnya sehingga timbulah istilah-istilah seperti," Lakoni hidup seperti air..""jangan seperti air di daun talas.." dsb.. tentunya bagi kita,terutama saya,akan berkata HIDUP INI SEAKAN SEBUAH KOMPUTER CANGGIH,,, yang ber-hardware JASAD, ber-software RUH dan ber-memory AKAL/PIKIRAN, yah komputer harian kita,adalah contoh kecil kehidupan ini.
Mereka hanya hardware dan software,jika sudah tertanan satu operating system yang canggih,mereka akan hidup dan shut down serta menjalankan perintah secara otomatis ataupun berpikir dengan logaritma tersendiri untuk yang ditanam artificial Intelligence , tentunya ada usia pakai,akan tergantikan dengan model terbaru dengan kapasitas yang terbaharui dari sebelumnya,nah demikian juga manusia.
Cara berpikir abad ke 14 tidak akan bisa digunakan 100% diabad 21, akan dikira primitif,coba saja kita masih menggunakan Batu dan arang untuk mendokumentasikan apa yang kita dapat dengan huruf-huruf sansekerta,siapa manusia awam yang akan tahu? pastinya hanya sebagian kecil dan yang telah berkembang berabad tersebut yang digunakan pada masa ini.
Yah,'komputer' kita hanya tiga kesatuan,seperti juga komputer yang ada sekarang paling tidak, menurut saya dan mungkin beberapa orang yang sepaham, hanya ada JASAD=HARDWARE , SOFTWARE=PIKIRAN/AKAL , LISTRIK=RUH, masing - masing ada lifetime-nya, hardware akan jebol kalau sudah uzur atau terjadi keausan atau kecelakaan,sedang Listrik akan habis atau ada sesuai suplly yang diberikan ( sama YME ) dan software terbatas sesuai kemampuan masing-masing dalam mneggunakannya.,namun masing-masing yang menggunakan akal/pikiran akan dimintai pertanggungjawaban,mampukah kita memaksimalkan dan mempertanggungjawabkannya jika terjadi crash? atau kita hanya menyerah pada saat 'virus' menyerang komputer canggih kita? Saatnya merenung dan terus berjalan sampai timer pada 'power supply' memberi warning...keep strive!
Jumat, 22 Januari 2010
WHAT ARE YOU LOOKING FOR?

Ternyata,kadang kita selalu melewati batas,karena batas yang menciptakan adalah kita sendiri,walau ada batas hukum,aturan dari luar (aturan dan hukum di kerjaan,masyarakat,agama dsb.) tapi yang menciptakan suasana adalah manusia itu sendiri dengan kondisinya saat ini, ada yang sehat pecicilan yang sakit pun tak kurang lebih pecicilan, ada yang mengaku rohaniawan tetapi kelakuan dan tindakannya melebihi batasan ilmu yang dipelajarinya dan disampaikan kepada jemaat/jemaah nya,dan ujungnya hanya akan ada: masih manusia,masih punya ingin,masih punya nafsu,masih punya hal-hal fisik lainnya,dan alasan pembenaran untuk tindakannya,dengan demikian siapakah pencipta batas dan norma akan kelakuannya? manusia itu sendiri tentunya, penjahat tidak mengaku berbuat jahat,penipu tidak akan mengaku menipu,pelanggar tidak akan ngaku melanggar,jadi dimanakah letak dan dasar perbuatan itu bisa dianggap tidak wajar?karena aturan?karena batasan?karena hukum?berapa banyak manusia yang ada diranah hal-hal tadi yang melanggarnya,,buannyak..
Akhirnya kembali ke titik awal,sebnarnya dalam setiap detik yang masih kita manusia masih bisa menghirup nafas,apa yang kita lakukan harus berdasar apa,selain segala yang ada diatur-atur tadi,apa yang paling dasar menjadi landasan pencarian manusia sebagai mahluk ciptaan YME bagi yang percaya itu adalah benar,dan bagi yang tidak percaya YME itu ada,mengapa mereka juga bisa berlaku 'baik' dalam tanda kutip karena dasar kebaikan yang dikerjakan tetap dilihat dari kacamata norma dan aturan yang ada di komunitasnya. Kemana kita harus berdasar? ke-aturan? kalau kita tiba-tiba merasa tertekan,atau butuh,bukankah kita akan melanggar aturan tersebut,,banyak contoh dan buktinya kalau pedoman pencarian hanya berbatas pada aturan yang ada. Kita mencari 'penghidupan' apakah itu?kekayaan untuk kesehatan, Wealth for health, kalau kita kaya pasti kita sehat.....
Sedangkan definisi kaya,hampir seluruh atau 99,99% pasti langsung mengarah pada hal-hal fisik, kesehatan 99,99% pasti pikiran awal kita pasti tidak sakit,,namun apakah demikian dalam keseharian kita,tiap detik oksigen yang masuk ke paru-paru menggerakkkan jasad dan pikiran hanya untuk kekayaan dan kesehatan yang demikian?
Makin dalam kita masuk dalam pemahaman makna waktu,makin sempit perbedaan punya waktu dan tidak ada waktu,karena memang waktu itu tidak ada,hitungan detik kita tak ada nilainya dibanding detik jagad raya,kalkulasi hanyalah penterjemah agar makin memahami,walau tiap manusia punya batasan sendiri,seperti yang tertera diatas,batasan yang diciptakanhanyalah manusia itu sendiri yang tahu.
Dari segala hal celoteh tadi, sebenarnya apa yang dicari? kebahagian?dapatkah kebahagian distandarkan? mungkin bisa mungkin tidak,tergantung dari mana manusia itu mencerminkan kebahagiaan,apakah kalau tidak sehat dan tidak kaya akan bahagia (jangan melirik tulisan diatas,kekayaan,kesehatan,dan kebahagian ada dibatasan masing-masing..)
Jadi apakah waktu dan hidup itu benar-benar nyata kalau segala panca indra dimatikan,siapa yang punya indra keenam,ketujuh dsb.bisa menjelaskan,apakah bisa diterima dengan dirasakan tanpa panca indra,tidak ada walau relatif,mungkin semilyar satu ada yang bisa menyampaikan hal tersebut,pernah ada yang tahu,saya belum,saya tidak bisa menceritakan mimpi saya waktu tidur kepada orang lain secara detail tanpa saya bercerita dengan panca indra.
Memang segala sesuatu adalah dari YME datangya bagi yang mutlak percaya,that's all,pikiran manusia tidak boleh liar,tapi berapa banyak yang berpedoman kepada aturan yang disampaikan melalui para utusan dan bergenerasi berikutnya menjadi terpecah-pecah dengan pandangan dan tafsir tafsir yang dikatakan menyimpang,namun apakah mereka yang dikatakan menyimpang dan 1000% yakin bahwa yang diyakininya adalah benar mau dikatakan menyimpang?tentunya yang mengatakan dia menyimpang akan dia anggap menyimpang,siapa yang benar?siapa yang salah? tidak ada bukan? belum paham? ya silahkan pahami sendiri,karena seperti yang saya ungkapkan,apa yang ada dijiwa saya,orang lain tidak bakal tahu dan paham,kecuali YME bagi yang saya percayai yang tahu.
Berarti tak lain dan tak bukan,yang kita cari dan kita lakukan,tiap detiknya dalam kesadaran panca indra kita,benar atau salah menurut aturan,ya tetap harus berdasar pada pikiran terdalam manusia,bahwa waktu itu tidak ada,kita sudah ada,dan hanya lakukan segala sesuatu sesuai hati nurani terbaik menurut kita,berjuta kali dinasehati,tak akan terbuka kalau belum terbuka untuk hal yang menurut manusai itu sendiri benar dalam batasan dirinya masing-masing,jika mau lancar ya tertib,jika mau dihormati yang kita belajar menghormati,jika mau dibayar ya belajar bagaimana membayar,segala sesuatu berdasar kepada kepasrahan diri total dalam totalitas kegiatan panca indra juga,bukan pasrah berdiam diri,itu sudah mati namanya.
Semakin jauh kita berandai dengan apa yang kita lakukan,semakin liar kita bertindak,semakin kita percaya bahwa waktu ada atau tidak itu memang sudah ada dan kita hanya sebuah lembaran cerita yang tertulis dalam buku kitab punya-Nya YME,semakin ringan segala apa yang kita lakukan dalam kesadaran panca indra kita,dan semakin jelas apa yang kita cari nantinya.
Salam sukses dunia,semoga lembar buku cerita kita tidak dirobek oleh YME bagi yang mempercayainya!
Nikmati setiap detik kesehatan dan kekayaan yang ada,tapi bukan kesehatan dan kekayaan yang fana,tapi kesehatan dan kekayaan yang abadi,yang sudah tertulis dalam kitab-NYA,
have you been told and understand? I'm still looking for too.. :-)
Kamis, 10 Desember 2009
SEPEDA & INSPIRASIKU
Walau sejak sekolah selalu naik sepeda,karena memang itu satu-satunya alat transportasi yang saya miliki,dan berkeinginan mempunyai sepeda yang bagus kelak jika sudah bekerja dan punya duit ( keinginan yang besar waktu itu ) bukan bermimpi mempunyai sepeda motor yang bagus maupun mobil yang mewah,keinginan yang sederhana sepertinya.
Sampai sekarang lebih dari sepuluh tahun,impian itu masih terekam dan sepertinya akan selamanya sampai kesampaian dengan segala kondisi untuk memiliki sepeda bagus tersebut,kategori bagus itu seperti apa ya? Paling tidak yang ngerti dan pernah naik sepeda tahu sepeda yang bagus seperti apa,yang pasti,makin mahal harganya makin bagus kondisinya..hehehe,kecuali pas membeli tertipu itu lain cerita.
Setelah sekian lama dalam segala aktifitas kehidupan lainnya,teringatkan keinginan tersebut pada saat saudara saya yang mencoba-coba bekerja dengan bersepeda akhirnya menyerah dan mengistirahatkan sepedanya yang baru beberapa kali dipakai dan rusak di baut pengencang kayuhan-nya,saya tukar dengan beberapa lembar rupiah dan dia setuju,selain malas mungkin karena memang sudah rusak tersebut jadi OK saya bisa punya sepeda seken setelah sekian lama,hehe.
Walau tidak seperti yang saya impikan,sepeda itu akhirnya saya bisa beli dan pakai,hari Jum'at beberapa bulan yang lalu ( baru sekarang nulisnya..) saya dengan semangat dan bergaya,pakai helm sepeda bekas,sepeda bekas dan berangkatlah saya dari rumah ke tempat kerja yang berjarak 27KM baik ditempuh melalui jalur non-tol maupun melalui tol.
Pada saat 10menit pertama kayuhan sepeda saya dari rumah,menuju ke 15menit berikutnya,napas mulai seperti mau habis,benar-benar serasa mau menyerah,mau berhenti,kepala terasa berat,mau kunang-kunang tapi belum...kalau berhenti saya pasti malah lemes dan tidak jadi meneruskan perjalanan saya,kalau saya teruskan saya pasti tidak mampu..pikir saya. Tiba-tiba ada seseorang pekerja bersepeda yang menyalip saya,dengan senyumnya dia mengajak buru-buru,dengan style sprint beliau langsung ada didepan saya jauh..Sebenarnya saya sempat jengkel,pikir saya,mentang-mentang sepeda bagus dan kuat,senyum-senyum 'sinis' sama saya,ngeledek ya...hehe,saya jadi mudah tersinggung dengan kondisi ngos-ngosan begitu..ternyata,dari orang yang biasanya kerjaannya meng-ademkan orang lain,sekarang meng-ademkan diri sendiri dalam kondisi fisik ngos-ngosan masih berpikir egois..
Namun saya tekadkan,yang penting pelan-pelan kalau stabil genjotan saya,tentunya tidak akan lama saya bisa menemukan irama nafas saya yang tersengal-sengal campur asap knalpot di jalan Kalimalang yang terkenal macet karena sepeda motor dan angkotnya.
Tak terasa sambil ngos-ngosan dan terus tetap mengayuh sepeda saya,sudah hampir 30-45 menit saya mengayuh,napas mulai teratur,dengan kayuhan biasa dan tidak ngoyo,sambil berusaha mengiramakan kayuhan pedal dengan tarikan napas,genjotan di pedal kayuh semakin terasa tidak terlalu berat seperti pada saat awal-awal start dari rumah tadi.
Setelah beberapa saat sampai di tempat kerja,lihat arloji tepat dari rumah ke kantor memakan waktu 2jam, padahal jika saya menggunakan sepeda motor dalam kondisi jalan yang sama,ditempuh 1 jam 15menit sampai 1,5 jam. Sungguh tidak terlalu jauh perbedaan waktunya. Wah teryata saya tidak pingsan,teryata tidak pusing kunang-kunang setelah sampai dikantor,malah sehabis mandi lagi dikantor,serasa tubuh sangat enteng sekali dan seharian serasa makin bersemangat..kekhwatiran saya akan kemampuan saya bersepeda ternyata tidak terbukti,walau sudah biasa mengayuh sepeda waktu sekolah dulu,ternyata itu yang mendukung untuk berpikir bahwa saya mampu.
Dari kondisi tadi,ternyata hikmahnya saya belum mendapatkannya selama ini selain sehat,irit yang didapat,ternyata ada hal lain yang lebih berharga yang bisa diambil dari semangat saya untuk mengayuh sepeda kekantor,yaitu:
Untuk melangkah dan melakukan perubahan,itu memang sangat berat dan serasa kita mau menghadapi sesuatu yang mengerikan,cukup berlebihan memang,namun siapa yang sudah lebih 15tahun tidak mengayuh sepeda untuk jarak lebih dari 1km tiba-tiba berniat mengayuh sepeda berjarak 27km? Saya khawatir pingsan,bagaimana kalau ban mbledos dijalan,dari situ ternyata,dalam segala hal,untuk melakukan perubahan memang memerlukan NIAT YANG KUAT, perhitungan yang matang adalah suplement,bukan keharusan,seperti ban cadangan,namun disaat kita harus memutuskan,roda tanpa ban pun tetap bisa dikayuh jika memang harus.
Selain NIAT YANG KUAT,perubahan memerlukan TINDAKAN SEGERA,awalnya pasti 'menyakitkan' namun setelah kita menemukan iramanya,semua langkah dalam perubahan seakan langkah biasa,mungkin waktu yang ditempuh akan berbeda,namun jika tujuan kita sudah jelas,keberhasilan tidak akan jauh didepan,atau ternyata keberhasilan itu telah menemani kita sejak NIAT KITA YANG KUAT kita MULAI AWALNYA,jadi sepanjang perjalanan menuju tujuan,sukses dan keberhasilan telah kita punyai.
Semoga ini juga menjadi kenyataan dalam segala hal yang saya dan saudara saya sekalian lakukan..
CITA-CITA DAN KESUKSESAN
Apa ukuran sukses seseorang itu?
Harta berlimpah?
Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya,bergaji tinggi?
Mempunyai bisnis yang omzet-nya diatas 9 digit dan profitnya selalu diatas target?
Mendapatkan dirinya di posisi yang telah diharapkan dan dicita-citakan dan selalu diusahakan dalam setiap iktiar hidupnya?
Atau ukuran sukses materi lainnya yang telah dikumpulkannya?
Atau yang selalu 'terlihat' bahagia disetiap kehidupannya?
Atau yang satu ini: Mensyukuri dan menikmati dengan setulusnya apa yang telah didapat,dilakukan,dikerjakan untuk segala hal kebaikan hidupnya masa lalu hingga hari ini untuk mencapai tujuan hidupnya yaitu saat dipanggil untuk kembali kepada YME yang entah kapan, tapi selalu mengganggap bahwa hari dimana ia berada adalah hari terbaik segala hal dari cita-citanya yang sudah dirancang sebelumnya? Tanpa melihat kebelakang memandang hari ini adalah puncak kesuksesan dari tangga cita-cita yang entah kapan tercapainya,karena cita-citanya hanya mengharap segala yang dilakukannya adalah untuk mendapatkan persetujuan YME bahwa yang dilakukannya sudah sesuai yang diinginkan-Nya..
Ah,,, Indahnya cita-cita mulia itu, tiap hari selalu merasa sukses,walau harus berpayung rambut sendiri dan berkendaraan kaki sendiri,,namun kadang lupa bahwa rambut dan kaki tersebut harganya melebihi digit jika mampu dibayar oleh hitungan uang yang dapat dibayangkan oleh manusia,,,
Semoga saya dan saudaraku dapat selalu bersyukur dalam kesuksesannya..
Harta berlimpah?
Mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya,bergaji tinggi?
Mempunyai bisnis yang omzet-nya diatas 9 digit dan profitnya selalu diatas target?
Mendapatkan dirinya di posisi yang telah diharapkan dan dicita-citakan dan selalu diusahakan dalam setiap iktiar hidupnya?
Atau ukuran sukses materi lainnya yang telah dikumpulkannya?
Atau yang selalu 'terlihat' bahagia disetiap kehidupannya?
Atau yang satu ini: Mensyukuri dan menikmati dengan setulusnya apa yang telah didapat,dilakukan,dikerjakan untuk segala hal kebaikan hidupnya masa lalu hingga hari ini untuk mencapai tujuan hidupnya yaitu saat dipanggil untuk kembali kepada YME yang entah kapan, tapi selalu mengganggap bahwa hari dimana ia berada adalah hari terbaik segala hal dari cita-citanya yang sudah dirancang sebelumnya? Tanpa melihat kebelakang memandang hari ini adalah puncak kesuksesan dari tangga cita-cita yang entah kapan tercapainya,karena cita-citanya hanya mengharap segala yang dilakukannya adalah untuk mendapatkan persetujuan YME bahwa yang dilakukannya sudah sesuai yang diinginkan-Nya..
Ah,,, Indahnya cita-cita mulia itu, tiap hari selalu merasa sukses,walau harus berpayung rambut sendiri dan berkendaraan kaki sendiri,,namun kadang lupa bahwa rambut dan kaki tersebut harganya melebihi digit jika mampu dibayar oleh hitungan uang yang dapat dibayangkan oleh manusia,,,
Semoga saya dan saudaraku dapat selalu bersyukur dalam kesuksesannya..
PERTANYAAN BUAT MANUSIA
Disadur Dari Pertanyaan Seorang Imam Besar kepada murid-muridnya:
1. "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"!
Yang paling dekat dengan kita adalah 'mati'.
Semua yang hidup pasti akan mati,semua yang berbentuk pasti akan aus dan rusak. Oleh karena itu
sudah siapkah kita mati? Bekal apakah yang akan kita bawa mati?!..
2."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"
Yang paling jauh dengan kita adalah 'masa lalu'.
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh karena itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang lebih baik daripada masa lalu kita,jika kita masih diberi kesempatan.
3."Apa yang paling besar di dunia ini?"
Yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu" .
Karena nafsu banyak yang kehilangan akal sehatnya,karena nafsu tidak ada cukupnya.
4."Apa yang paling berat di dunia ini?"
Yang paling berat adalah "memegang Janji/amanah/titipan".
Dengan mudahnya mengucap janji,tapi kadang dengan mudahnya beralasan untuk mengingkarinya,manusia sumber ilmu,tapi banyak lupanya kalau dia berilmu,orang yang berilmu selalu berusaha menepati dan menjaga janjinya agar tidak ingkar..
5."Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Yang paling ringan didunia ini adalah "meninggalkan ibadah" .
Banyak karena urusan dunia maupun men'cukupi' nafsunya,ibadah terlupakan,lupa kalau mati akan tiba kapan saja sesuka YME mendatangkannya buat manusia..
6."Apa yang paling tajam di dunia ini?"
Yang paling tajam adalah "lidah manusia". Lidah atau alat bicara manusia akan dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang sangat menusuk melebihi tajamnya pedang,lukanya bisa tak terobati,dan itulah gunanya menakar pembicaraan untuk menempatkan segala kata-kata yang dikeluarkan alat bicara tidak melukai mahluk lain,apalagi kadang manusia lebih suka 'menusuk' dirinya sendiri dengan mengatakan yang tidak layak kepada YME.
Sesungguhnya,kita manusia diciptakan hanya untuk mencari tujuan penciptaan itu sendiri,yaitu mengabdi kepada Sang Maha Pencipta,tiada ada yang abadi,semua akan kembali ke bentuk asalnya,dan dari asal muasalnya juga.
Tubuh fana kita,apalagi harta,semua akan kembali ke tanah untuk didaur ulang, nyawa/roh kita kembali kepada Sang Maha Kuasa, Kesadaran kita akan diadili pada masanya nanti,karena Jiwa dan Raga yang dipinjamkan kepada Kesadaran kadang banyak digunakan untuk bukan yang dinginkan oleh YME.
Semoga saya dan siapa saja menyadari itu untuk menghargai segala waktu yang ada untuk menuju yang lebih baik untuk segalanya.
1. "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"!
Yang paling dekat dengan kita adalah 'mati'.
Semua yang hidup pasti akan mati,semua yang berbentuk pasti akan aus dan rusak. Oleh karena itu
sudah siapkah kita mati? Bekal apakah yang akan kita bawa mati?!..
2."Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?"
Yang paling jauh dengan kita adalah 'masa lalu'.
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh karena itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang lebih baik daripada masa lalu kita,jika kita masih diberi kesempatan.
3."Apa yang paling besar di dunia ini?"
Yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu" .
Karena nafsu banyak yang kehilangan akal sehatnya,karena nafsu tidak ada cukupnya.
4."Apa yang paling berat di dunia ini?"
Yang paling berat adalah "memegang Janji/amanah/titipan".
Dengan mudahnya mengucap janji,tapi kadang dengan mudahnya beralasan untuk mengingkarinya,manusia sumber ilmu,tapi banyak lupanya kalau dia berilmu,orang yang berilmu selalu berusaha menepati dan menjaga janjinya agar tidak ingkar..
5."Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Yang paling ringan didunia ini adalah "meninggalkan ibadah" .
Banyak karena urusan dunia maupun men'cukupi' nafsunya,ibadah terlupakan,lupa kalau mati akan tiba kapan saja sesuka YME mendatangkannya buat manusia..
6."Apa yang paling tajam di dunia ini?"
Yang paling tajam adalah "lidah manusia". Lidah atau alat bicara manusia akan dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang sangat menusuk melebihi tajamnya pedang,lukanya bisa tak terobati,dan itulah gunanya menakar pembicaraan untuk menempatkan segala kata-kata yang dikeluarkan alat bicara tidak melukai mahluk lain,apalagi kadang manusia lebih suka 'menusuk' dirinya sendiri dengan mengatakan yang tidak layak kepada YME.
Sesungguhnya,kita manusia diciptakan hanya untuk mencari tujuan penciptaan itu sendiri,yaitu mengabdi kepada Sang Maha Pencipta,tiada ada yang abadi,semua akan kembali ke bentuk asalnya,dan dari asal muasalnya juga.
Tubuh fana kita,apalagi harta,semua akan kembali ke tanah untuk didaur ulang, nyawa/roh kita kembali kepada Sang Maha Kuasa, Kesadaran kita akan diadili pada masanya nanti,karena Jiwa dan Raga yang dipinjamkan kepada Kesadaran kadang banyak digunakan untuk bukan yang dinginkan oleh YME.
Semoga saya dan siapa saja menyadari itu untuk menghargai segala waktu yang ada untuk menuju yang lebih baik untuk segalanya.
Jumat, 13 November 2009
MEMAKNAI HIDUPKU dan HIDUPMU..

( disadur dari sebuah Spiritual Story by Unknown )
Sekelompok Alumni sebuah universitas terkemuka mengadakan reuni ke seorang guru besarnya yang dianggap telah membuat mereka semua 'sukses' dalam mencapai pencapaian hidup mereka,ada pengacara,menteri,petinggi militer,akuntan,karyawan biasa,direktur perusahaan besar, dan beberapa ibu rumah tangga dan pekerja kreatif
Dari berbincang biasa,terjadi debat serius mengenai kenapa ada yang 'berhasil' dan 'tidak berhasil' padahal semua adalah dari alumni yang sama dan terjadilah perbincangan yang mengarah ke kecemburuan sosial,mengenai harta,koleksi mobil,pekerjaan yang tidak menyenangkan,gaji yang rendah dsb.
untuk mencairkan suasana,sang guru besar menawarkan minuman segar,teh racikan sang guru besar yang special katanya,dibawanya satu ceret besar teh yang telah diseduh dan beberapa cangkir istimewa koleksinya,ada yang terbuat dari perak, ada yang berlapis emas, gelas kristal mahal, gelas kaca biasa dan beberapa cangkir dari tanah liat biasa yang kelihatan kusam walau bersih.
Ketika semua almamater sang guru besar sudah memegang cangkir masing-masing, cangkir tanah yang kusam walau bersih tidak ada yang memakai,semua memilih cangkir yang terbaik,kebetulan koleksi sang guru besar banyak,akhirnya sang guru besar berkata," Semua masalah adalah dari diri masing masing,seperti memilih cangkir,kalian semua tidak mau menggunakan cangkir tanah ini yang menurut saya akan membuat rasa teh semakin nikmat walau sebenarnya sama saja,karena teh ini hanya teh biasa yang dijual diwarung-warung,itulah sumber masalah kalian,kalian maunya yang terbaik,itulah yang membuat kalian stress dan tidak bisa menikmati hidup kalian sewajarnya.."
yakinlah,cangkir yang kamu pakai tidak merubah rasa teh ini,kadang hanya mahal dan lebih mahal wadahnya,atau malah menutupi warna teh itu sendiri. Sebenarnya apa yang kamu inginkan hanya secangkir teh untuk diminum, bukan memakan atau meminum cangkirnya bukan?, tapi kesadaran kalian hanya menginginkan cangkir yang terbaik...dan kamu mulai memandangi dan membandingkan cangkir rekan-rekanmu,jika kamu tidak kebagian kamu akan berebut atau menggerutu..
sekarang ibaratkan: Hidup adalah minuman ini; pekerjaan,posisi,harta adalah cangkirnya.Itu semua hanya alat untuk mewadahi kehidupan, dan macam apapun wadahnya,tidak akan membuat hidup kita berbeda atau lebih berkualitas,kita tetap bernafas dan perlu makan,buang hajat dan sebagaiya,semua sama saja, dimana kita tinggal,dari orang yang dikolong jembatan sampai yang diapartemen mewah.
Kadang, karena terlalu berkonsentrasi pada mencari wadah yang terbaik, kita lupa menikmati rasa minuma ini. Berfokuslah pada rasa minuman ini yang menyegarkan dan menyehatkan, bukan wadahnya! Orang yang berbahagia TIDAK MEMILIKI SEGALANYA. Tapi mereka bersyukur dan sangat menikmati apa yang dia punyai dan dipinjamkan oleh yang Maha Kuasa.Sederhanakan Cara Hidup. Sayangi dan Cintai lebih dalam dan bermakna bukan hanya ucapan dan artian. beri perhatian yang makin mendalam. Bicaralah dan berpikirlah dengan bijak."
Enjoy your Life,, sebelum kontrak kita didunia habis dan hanya tinggal sesal tidak sempat menikmatinya..
it's just the power of WANG SINAWANG and ELING LAN WASPADA untuk selalu BERSYUKUR...
Minggu, 08 November 2009
Lusts are not Lasting ( Jangan Serakah )
Teringat waktu masih kecil, mungkin juga ada yang pernah melakukannya?,atau malah sampai sekarang kalau makan minta satu porsi tapi selalu masih ada yang tersisa,bukan sampahnya tapi makanan yang kita pesan atau yang kita ambil dari tempatnya padahal kita sudah tahu kapasitas perut kita (lain halnya waktu masih kecil dulu,selalu lapar,atau malah malas kalau disuruh makan?)
Waktu kecil masih doyan2nya makan: ambil nasi (nasi karena orang Indonesia) sepiring penuh,lauk dipenuhin biar kakak/adik ga kebagian,makan masukin kemulut banyak-banyak (kecuali yg males makan lo,cacingan ?hehe ),pas sudah kekenyangan piring dan makanan yang masih berantakan belum habis langsung ditinggalkan lalu buru-buru main,jatah ibu kita mengomel atau mau tdk mau tetap dibersihkan orang tua kita,sambil menasihati " jadi anak makanya jangan serakah,kalau kurang ya nambah jangan ambil banyak tapi nggak dihabisin..nanti dosa,, nanti ayamnya mati,,nanti pak taninya menangis,,nanti nasinya ngambek..dsb nasihat-nasihat baik lainnya yang tanpa kita sadari,ternyata memang kita harus memahami bahwa apa yang diberikan orang tua untuk mendidik anaknya tak lain semua demi kebaikan dan pengharapan yang baik dari orang tua kita agar kita menjadi makin betanggung jawab dengan apa yang kita lakukan dalam perjalanan kita menempuh usia yang dipinjamkan.
Waktu sudah tua(tapi 'belum dewasa'): Kita tahu bahwa gaji kita hanya segitu-segitu saja,dan tentunya dengan kondisi pekerjaan(bagi yang bekerja) dan atau dengan kondisi usaha (bagi yang berbisnis atau berusaha) tidak memungkinkan terjadi booming pendapatan kecuali terjadi keajaiban yang sebenarnya tidak ada yang bisa memeperhitungkannya walau banyak orang yang mengharapkannya,sesuatu yang ajaib adalah gift/pemberian yang tidak patut diharapkan namun disyukuri agar tidak lupa kalau kita mendapatkanya,tapi tidak ada yang memprediksi bisa tepat,,dengan kondisi Pekerjaan dan Usaha yang fleksibilitas untuk mencapai kemajuan yang tergambar seperti itu,tiba tiba ada tawaran menarik ,misalnya,ada rekan kerja yang meminta bantuan untuk melakukan suatu tindakan penyelewengan di tempat kerja,yang hasilnya jika dibagi dengan teman yang mengajak tersebut,dapat digunakan membuat usaha sendiri yang lebih besar dari tempat bekerja dan bisa digunakan untuk jalan-jalan juga,tapi dengan syarat mengambil data penting pekerjaan untuk dijual dipihak luar,kebetulan teman tersebut tidak dibagian yang dikerjakan tsb. Nah jika kita menyetujui apa yang diminta teman kita tersebut,resikonya dipecat,,tapi karena kita tergiur dengan segala kondisi yang dibayangkan,kita lakukan permintaan tersebut..dan akhirnya menyesalah karena keserakahan akan hasil yang besar,ternyata teman yang mengajak tersebut tidak memberikan sepeserpun hasil dari yang sudah dijanjikan,terburuk malah menuduh dan melaporkan dengan segala buktinya bahwa anda penghancur usaha dikantor tempat bekerjanya, dia mendapatkan promosi,dan si teman yang tergiur malah dipecat dengan sejuta malu dan sesal karena keserakahannya akan iming-iming hasil yang menggiurkan tadi,sedang si pengadu dengan seringainya menikmati promosi dan fasilitas yang seharusnya tadinya dibayangkan oleh teman yang dipecat didapat..
Atau dalam dunia usaha terlalu nafsu karena selalu untung jika membeli banyak,semua dapat terjual habis,maka untuk menghindari persaingan yang tidak diinginkan,semua barang di produsen dibelinya dan semua di distributor diambil untuk dikuasai,agar dapat memonopoli, tapi disuatu waktu ditemukan produk baru yang lebih murah dan dapat dibuat siapa saja dan menyaingi produk yang sebelumnya merajai tersebut,akhirnya si penjual/pengusaha yang serakah tadi,walau dengan perhitungannya sebelumnya selalu benar,tiba-tiba bangkrut karena modal semua digunakan untuk memonopoli,bukan karena dia bodoh atau tidak bisa menghitung,tapi karena serakah..
Jadi Serakah itu walau dapat banyak jika memang mampu serakah,tidak akan bertahan lama,entah untuk segi materinya,maupun segi kesehatan dan kebahagian dan kesenangan yang didapat,karena jika sekali sudah serakah,seakan seluruh muka bumi ingin dikuasai,tiba-tiba,jatah 'kontrak' dengan umur yang dikandung badan habis dan siap diambil Sang Pencipta,tinggalah sesal,ternyata waktu untuk berbakti kita pada YME hanya habis untuk berbakti kepada YMN ( Yang Maha Nafsuin..hehehe)
Jadi jangan terburu nafsu,jadikan nafsu yang terburu,jadi segala sesuatu selalu diperhitungkan..
- ( in memoriam of Nafsuin Banget Sih Lohh...hehehe )
- ( karena nafsu bukanlah nafas atau semangat..LUST is NOT SPIRIT !! ) remember dude..)
Waktu kecil masih doyan2nya makan: ambil nasi (nasi karena orang Indonesia) sepiring penuh,lauk dipenuhin biar kakak/adik ga kebagian,makan masukin kemulut banyak-banyak (kecuali yg males makan lo,cacingan ?hehe ),pas sudah kekenyangan piring dan makanan yang masih berantakan belum habis langsung ditinggalkan lalu buru-buru main,jatah ibu kita mengomel atau mau tdk mau tetap dibersihkan orang tua kita,sambil menasihati " jadi anak makanya jangan serakah,kalau kurang ya nambah jangan ambil banyak tapi nggak dihabisin..nanti dosa,, nanti ayamnya mati,,nanti pak taninya menangis,,nanti nasinya ngambek..dsb nasihat-nasihat baik lainnya yang tanpa kita sadari,ternyata memang kita harus memahami bahwa apa yang diberikan orang tua untuk mendidik anaknya tak lain semua demi kebaikan dan pengharapan yang baik dari orang tua kita agar kita menjadi makin betanggung jawab dengan apa yang kita lakukan dalam perjalanan kita menempuh usia yang dipinjamkan.
Waktu sudah tua(tapi 'belum dewasa'): Kita tahu bahwa gaji kita hanya segitu-segitu saja,dan tentunya dengan kondisi pekerjaan(bagi yang bekerja) dan atau dengan kondisi usaha (bagi yang berbisnis atau berusaha) tidak memungkinkan terjadi booming pendapatan kecuali terjadi keajaiban yang sebenarnya tidak ada yang bisa memeperhitungkannya walau banyak orang yang mengharapkannya,sesuatu yang ajaib adalah gift/pemberian yang tidak patut diharapkan namun disyukuri agar tidak lupa kalau kita mendapatkanya,tapi tidak ada yang memprediksi bisa tepat,,dengan kondisi Pekerjaan dan Usaha yang fleksibilitas untuk mencapai kemajuan yang tergambar seperti itu,tiba tiba ada tawaran menarik ,misalnya,ada rekan kerja yang meminta bantuan untuk melakukan suatu tindakan penyelewengan di tempat kerja,yang hasilnya jika dibagi dengan teman yang mengajak tersebut,dapat digunakan membuat usaha sendiri yang lebih besar dari tempat bekerja dan bisa digunakan untuk jalan-jalan juga,tapi dengan syarat mengambil data penting pekerjaan untuk dijual dipihak luar,kebetulan teman tersebut tidak dibagian yang dikerjakan tsb. Nah jika kita menyetujui apa yang diminta teman kita tersebut,resikonya dipecat,,tapi karena kita tergiur dengan segala kondisi yang dibayangkan,kita lakukan permintaan tersebut..dan akhirnya menyesalah karena keserakahan akan hasil yang besar,ternyata teman yang mengajak tersebut tidak memberikan sepeserpun hasil dari yang sudah dijanjikan,terburuk malah menuduh dan melaporkan dengan segala buktinya bahwa anda penghancur usaha dikantor tempat bekerjanya, dia mendapatkan promosi,dan si teman yang tergiur malah dipecat dengan sejuta malu dan sesal karena keserakahannya akan iming-iming hasil yang menggiurkan tadi,sedang si pengadu dengan seringainya menikmati promosi dan fasilitas yang seharusnya tadinya dibayangkan oleh teman yang dipecat didapat..
Atau dalam dunia usaha terlalu nafsu karena selalu untung jika membeli banyak,semua dapat terjual habis,maka untuk menghindari persaingan yang tidak diinginkan,semua barang di produsen dibelinya dan semua di distributor diambil untuk dikuasai,agar dapat memonopoli, tapi disuatu waktu ditemukan produk baru yang lebih murah dan dapat dibuat siapa saja dan menyaingi produk yang sebelumnya merajai tersebut,akhirnya si penjual/pengusaha yang serakah tadi,walau dengan perhitungannya sebelumnya selalu benar,tiba-tiba bangkrut karena modal semua digunakan untuk memonopoli,bukan karena dia bodoh atau tidak bisa menghitung,tapi karena serakah..
Jadi Serakah itu walau dapat banyak jika memang mampu serakah,tidak akan bertahan lama,entah untuk segi materinya,maupun segi kesehatan dan kebahagian dan kesenangan yang didapat,karena jika sekali sudah serakah,seakan seluruh muka bumi ingin dikuasai,tiba-tiba,jatah 'kontrak' dengan umur yang dikandung badan habis dan siap diambil Sang Pencipta,tinggalah sesal,ternyata waktu untuk berbakti kita pada YME hanya habis untuk berbakti kepada YMN ( Yang Maha Nafsuin..hehehe)
Jadi jangan terburu nafsu,jadikan nafsu yang terburu,jadi segala sesuatu selalu diperhitungkan..
- ( in memoriam of Nafsuin Banget Sih Lohh...hehehe )
- ( karena nafsu bukanlah nafas atau semangat..LUST is NOT SPIRIT !! ) remember dude..)
Rabu, 21 Oktober 2009
Sinis apa Sirik?
Sebenarnya ini timbul dari beberapa kali melihat perubahan dna kemajuan atau kegiatan orang lain,sungguh menjemukan hari -hari hanya menghadapi rutinitas yang terpikir kadang sangat menjemukan.
Kembali menerawang saat-saat masih bersemangat membangun awal yang saya sebut dunia baru,agar lebih bersemangat,namun keberanian dan kekhawatiran saling beradu untuk menuju yang disebut keberhasilan finansial.
Tapi jika kita melihat orang yang notabene adalah trouble maker, tiba-tiba ,zuuupp.. sukses finansial dilihat dari luar tercapai dengan begitu saja,mengesampingkan proses yang terjadi, penglihatan ini menjadi sirik atau sinis dan berprasangka buruk.
Sungguh tidak pantas sebenarnya kalau begitu,bahwa YME dialah yang maha kuasa menentukan siapa yang akan dilebihkan dan dikurangkan,bagaimanapun menurut kita mereka tidak pantas untuk mendapatkanya,karena dengan sombongnya kita mengaku telah berusaha lebih keras dari orang lain,kita lebih pantas untuk mendapatkan keberhasilan itu.
Mungkin sikap manusia,mungkin saat berpikir negatif tersebut kita sedang alpha,bahwa secuilpun manusia tidak berhak berpikir sinis apalagi sirik.. Yah teruslah berjuang dengan apa yang kita punyai,apapun itu harus selalu disyukuri,baik syukur untuk diri sendiri,dan syukur atas kebahagian yang diterima orang lain.
Kembali menerawang saat-saat masih bersemangat membangun awal yang saya sebut dunia baru,agar lebih bersemangat,namun keberanian dan kekhawatiran saling beradu untuk menuju yang disebut keberhasilan finansial.
Tapi jika kita melihat orang yang notabene adalah trouble maker, tiba-tiba ,zuuupp.. sukses finansial dilihat dari luar tercapai dengan begitu saja,mengesampingkan proses yang terjadi, penglihatan ini menjadi sirik atau sinis dan berprasangka buruk.
Sungguh tidak pantas sebenarnya kalau begitu,bahwa YME dialah yang maha kuasa menentukan siapa yang akan dilebihkan dan dikurangkan,bagaimanapun menurut kita mereka tidak pantas untuk mendapatkanya,karena dengan sombongnya kita mengaku telah berusaha lebih keras dari orang lain,kita lebih pantas untuk mendapatkan keberhasilan itu.
Mungkin sikap manusia,mungkin saat berpikir negatif tersebut kita sedang alpha,bahwa secuilpun manusia tidak berhak berpikir sinis apalagi sirik.. Yah teruslah berjuang dengan apa yang kita punyai,apapun itu harus selalu disyukuri,baik syukur untuk diri sendiri,dan syukur atas kebahagian yang diterima orang lain.
Jumat, 07 Agustus 2009
JARGON versus KATA-KATA BIJAK
Saya bukan sesiapa yang pengen dianggap tahu,tapi hanya seseorang yang ingin berbagi pikiran baik..I Love You Full... Tak Sobek - Sobek Mulutmu.. Ya iyalah...
Jangan menyakiti orang jika tidak mau disakiti, Jangan berdusta jika tidak mau didustai.
Berani berbuat berani bertanggung jawab.
hahhaha..haha...I Love You Full......
Dari beberapa hal tertulis diatas,pasti banyak yang sudah tahu darimana asal-usul kata-kata itu,baik hanya sekedar kata-kata saja,atau diartikan lebih luas lagi untuk dimaknai, sekarang hak dan kewajiban kita masing-masing untuk melihat kedalam diri, apa yang sudah kita lakukan..?
Pantaskah kita disebut berhasil? walau yang menilai baru diri sendiri? Pantaskah?
Melihat kedalam diri ternyata kadang lebih susah daripada menghakimi,maka pantaslah para hakim disebut 'tangan Tuhan' kekiri 'neraka' kekanan 'surga'..walau belum tentu apa yang diputuskannya akan membawa dirinya sendiri ke Surga yang sebenarnya entah di dunia atau di alam akhirat,karena setiap individu itulah yang sepantasnya dapat melihat dirinya sendiri.
Apa yang dilakukannya,pantaskah untuk membawa dirinya ke Surga yang sebenarnya atau keberhasilan yang sebenarnya..mari bercermin,cermin Jasmani dan cermin Rohani, dimana sepantasnya kita berada jika yang kita lakukan seperti apa yang selalu kita lakukan sampai detik ini, sudah pantas disebut berhasilkah kita.
Benar kata anonymous bahwa GAJAH DIPELUPUK MATA TAK TERLIHAT,KUMAN DISEBRANG LAUTAN TAMPAK..
Mari kita ambil cermin untuk belajar.
NIAT=HASIL

Sederhana sekali ya dua kata tersebut, tapi banyak dari kita termasuk saya sendiri sering melupakan kekuatan niat dan hasil yang diinginkan.
Yes I will, Yes I do ..sedikit berbeda namun seharusnya sama,kadang kebanyakan hanya saya akan,atau saya kerjakan , komitmen? Sekedar belajar dari pengalaman orang - orang yang bisa mencapai apa yang menjadi keinginannya dengan komitmen untuk konsisten dengan tujuan utama dan diniati dengan sungguh dengan menjalankan bersungguh-sungguh pula,ternyata banyak sekali bukti yang kadang kita membutakan diri kita sendiri untuk dengan sombongnya tidak mempercayai kekuatan itu,kita sering hanya berjargon dan tidak mau menjalankan,niat hanya sampai dibibir yang cuma sebagian fisik yang tidak bisa mewujudkan apa yang diniatkan tanpa kesatuan badan dan jiwa dalam mencapainya.
Jika niat diawali dari jiwa yang tulus dan sebenarnya,bukan karena keterpaksaan tetapi sebagai keinginan,tentunya dalam kebaikan,baik usaha maupun ibadah,adalah sama,karena keduanya adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, usaha adalah ibadah,ibadah adalah usaha.
Ada orang bilang itu adalah teori LOA ( Law of Attraction ) dsb, ah kalau kita cuma belajar dari motivator-motivator itu,atau buku-bukunya, gemanya hanya akan terasa dua tiga hari, tapi kalau kita belajar dari apa yang diperintahkan oleh YME untuk segalanya berserah kepada-Nya,dan setulusnya dijalankan,kenapa kita harus jauh-jauh mencari guru untuk mencambuk kita,padahal walau kita sudah digodam dan diremukkan tanpa harus dilecut-pun kalau tanpa niat dari dalam jiwa tembus ke fisik untuk diwujudkan tidak akan kita temukan keberhasilan yang diinginkan,berhasil bukanlah materi yang berlimpah,walau itu adalah alat yang tidak bisa diingkari untuk mendapatkan keberhasilan,ya keberhasilan hidup di alam fisik ataupun alat ibadah jika kita gunakan dengan benar untuk mendapatkan keberhasilan di akhir hayat.
Niat menentukan keberhasilan,menentukan niat dari lubuk hati yang terdalam,bahwa segala sesuatu akan berpulang kepada YME,itulah hasil yang seharusnya kita inginkan,materi diperlukan sebagai alat menuju keberhasilan itu,bukan sebagai tujuan,itulah sebenar-benarnya Law of Attraction yang harus ada disetiap manusia,jika sudah demikian,berbagilah walau sedikit,walau sekedar senyum, indahnya dunia jika tiap-tiap manusia adalah penghuni Surga,walau belum pernah kita tahu seperti apa Surga itu,kita andaikan saja Surga adalah segala sesuatu yang penuh Kasih Sayang yang seharusnya,seperti yang selalu kita ucapkan dalam segala kegiatan,namun kita lupa memahami walau tahu arti " Dengan nama Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang" sadarkah dan pahamkah kita dengan apa yang kebanyakan tidak sepenuh jiwa dan keluar dari bibir,bibir mengucap karena terbiasa saja?
Semoga kita semua berhasil dalam kebenaran yang dirahmati dengan niat yang tulus dan keberhasilan yang dinginkan adalah kebaikan.
Rabu, 03 Juni 2009
BIASANYA TAPI BUKAN SEHARUSNYA
Bapak: " Siapa yang naruh gelas disini? khan ini meja belajar,,? Habis minum mbok ya ditaruh ketempat cucian ".
Anak jawab: " Khan biasanya juga naruh disitu..hehe..tapi nggak seharusnya.." sambil ngeloyor ambil gelas untuk dicuci..pinter ngeles dan pinter ngasih tahu,pikir si Bapak.
Jadi sepertinya sesuatu yang tidak "Seharusnya" sering "dibiasakan" sehingga menjadi keseharian yang melenceng, banyak contoh dari diri kita sendiri atau yang kita temukan diluaran jika kita sedang sendiri atau berinteraksi.
1. "Biasanya saya lewat jalan ini pak,meski ada ferbodden ga pernah ditangkap,kenapa saya ditilang sekarang?"
2. " Biasanya saya mbayar tip langsung di acc, kenapa sekarang harus ribet begini begitu document segala,saya ga mau ribet,bisa ga bayar berapa?"
3. " Biasanya saya ga pernah ditegur kalau begini..kenapa sekarang kok dilarang,khan rambunya ga jelas,,".
dsb..dsb...sdb..
Sampai kapan kalau kita yang hidup di Pertiwi negeri ini dari hal yang paling kecil sudah membiasakan yang seharusnya tidak dilaksanakan,dan tetap membiasakan hal yang tidak patut karena tidak ada yang melarang,tidak ada yang melihat,tidak ada polisi,tidak ada yang ngawas, dsb...dst.
Semoga kita semua bisa memulai dari diri sendiri dan keluarga untuk melaksanakan yang seharusnya,seharusnya takut kita bukan kepada sesiapapun kecuali YME, sehingga apa yang kita lakukan akan membimbing kita selalu pada yang seharusnya.
Anak jawab: " Khan biasanya juga naruh disitu..hehe..tapi nggak seharusnya.." sambil ngeloyor ambil gelas untuk dicuci..pinter ngeles dan pinter ngasih tahu,pikir si Bapak.
Jadi sepertinya sesuatu yang tidak "Seharusnya" sering "dibiasakan" sehingga menjadi keseharian yang melenceng, banyak contoh dari diri kita sendiri atau yang kita temukan diluaran jika kita sedang sendiri atau berinteraksi.
1. "Biasanya saya lewat jalan ini pak,meski ada ferbodden ga pernah ditangkap,kenapa saya ditilang sekarang?"
2. " Biasanya saya mbayar tip langsung di acc, kenapa sekarang harus ribet begini begitu document segala,saya ga mau ribet,bisa ga bayar berapa?"
3. " Biasanya saya ga pernah ditegur kalau begini..kenapa sekarang kok dilarang,khan rambunya ga jelas,,".
dsb..dsb...sdb..
Sampai kapan kalau kita yang hidup di Pertiwi negeri ini dari hal yang paling kecil sudah membiasakan yang seharusnya tidak dilaksanakan,dan tetap membiasakan hal yang tidak patut karena tidak ada yang melarang,tidak ada yang melihat,tidak ada polisi,tidak ada yang ngawas, dsb...dst.
Semoga kita semua bisa memulai dari diri sendiri dan keluarga untuk melaksanakan yang seharusnya,seharusnya takut kita bukan kepada sesiapapun kecuali YME, sehingga apa yang kita lakukan akan membimbing kita selalu pada yang seharusnya.
Minggu, 17 Mei 2009
A DEAD DRAGON

DRAGON FLY :
The Name so 'scaring' to hear,but physically the are so small,as a flies.. but anyone know a dragon? so imaginative, when the scary thing dead, nothing hear a scream like dragon scream..huh..
And they're live individually,don't care with others,they only care to get partner,to spread their want,if met smaller species,they will eat them,yeah..that's way they call them Dragon Fly,,
Are they can work together in one group? or colony that can make them more survive,helping each other even they carnivore? maybe after God allow that,than they will change their instinct..but lucky they're not in colony, may this situation created by God for us as the highest food chain creature to learn for their mutual life learning.
ANT/ANTS :
The name so simple,as simple their body structure, but how amazing their capability when they act to survive or support their colony,the best action can seen when they work together, nothing impossible to find what they wants, even have to sacrifices,they keep doing,never give up till the end of their breath and bread.. ( are they breathing like us?..and need bread like us too?hehe ..)
Ant can live alone,but their best in colony,or their group,cause with very good collaboration,they can create ( or given instinct by God Almighty?) very good ant live colony,where they have to find food,where they keep their food stock,where they have to put their Queen?,where they have put their waste.etc.(please find in discovery channel..hehe)
Have you ever knows that ant do not have brain,only instinct, we have more than that,our brain for our consequences,,why mostly we forgot to learn to the 'small' one? Even sometime I do forgotten too.....
Than what I found from the dead DRAGON FLY and curios ANTS in front of my door this moorning are:
A name will make your identity's,but an action will make others yelling or screaming,bad or good to you,no mater how big or small your 'size' the amazing thing are inside,waiting your act to actualized.
Don't only big and can fly like the DRAGON FLY but still just A FLY not a group of amazing people create their life with meaningful,see the 'DRAGON' just as a food for the ant, but they are really strong and their social life are better than human social life in those small world? aren't they?
Why human in their complexes structure sometime forgot to learn from the right one and choosing the positive action, the simplest way is to be selfish, but the meaningful life only can be achieve by social life, or you want to be a TARZAN? eits, TARZAN also has his social life,even in story only,with the jungle creatures.
So , enjoy the day,share your happiness,make one people smile everyday, than feel in your life return..amazing things will come along your ways, God always save and bless people that follow His guidance,even not always in this temporary small world...
Untuk menjadi hebat,kita tidak perlu menunggu jadi seperti orang lain,jadilah diri kita sendiri yang hebat,untuk diri sendiri,lingkungan,dan apa yang kita inginkan dari kehebatan kita,karena potensi diri ada didalam diri kita masing - masing dan menunggu kita sendiri untuk mewujudkannya menjadi nyata terlihat..bukankah demikian?
Nikmati perjalanan menuju 'nirwana' kita masing-masing,dan dalam perjalanan menuju kesana,alangkah indahnya jika disepanjang perjalanan tersebar bunga-bunga senyuman yang membahagiakan kita dan orang lain,Tuhan tidak akan menjauhkan kebahagian orang yang mengikuti petunjuknya meski tidak selalu berbalas di perjalanan itu,mungkin di akhir perjalanan menuju 'nirwana' kita,baru kita menemukan arti 'nirwana' itu sebenarnya, apakah surga itu memang ada tanpa iming-iming perbuatan baik yang harus kita buat? Jawabannya ada di diri kita masing-masing..
Sabtu, 16 Mei 2009
KEBERHASILAN

Keberhasilan adalah buah dari pohon iktiar, laksana pohon buah yang kita tanam,jika sudah kita rawat dengan benar dalam jangka waktu tertentu seharusnya sudah berbuah,namun tidak ada yang menjamin pohon itu berbuah dengan baik walau sudah kita rawat dan pupuk dengan pola sebebar-benarnya,kadang melewati beberapa musim baru mulai berbuah,saat berbunga,berbunga juga hati kita ( ini bagi yang suka menanam pohon,akan memahami makna menunggu pohon buah yang kita tanam mengharap dapat berbuah selain sebagai fungsi lainnya,peneduh,kalau sudah besar bisa buat main anak cucu buat rumah2an di pohon seperti kita waktu kecil?pernahkah anda?)
Setelah bunga mulai menjadi buah yang kecil-kecil,kita rajin makin rajin merawatnya,mengharap hasil yang baik,kita bungkus buah kecil itu dengan kertas atau plastik agar terhindar dari serangga dan hasilnya sesuai yang kita 'harap'kan,mengapa kita mengharap? karena kita tidak yakin,apakah pupuk,pagar,kondisi tanah yang kita aduk-aduk agar gembur,buah muda yang kita bungkus, kita bisa menjamin buah tersebut akan sesuai rencana kita menanam buah? apakah buah tidak akan gugur,akar akan sehat,tidak di makan hama,tidak di-colong anak-anak iseng? yah dengan segala kondisi yang kita buat, point utama kita hanya menunggu hasil yang 'diberikan' bukan hasil yang kita buat atau kita kreasi, yang kita buat atau kita kreasi adalah cara dan suasananya saja.
Meski kita tahu bahwa segala keberhasilan adalah tanda tanya, mengapa masih banyak dari kita yang menyalahkan, bukan memperbaiki,baik memperbaiki cara agar berhasil, juga memperbaiki cara kita bersyukur atas segala hasil yang akan kita terima,tetapi sikap menyerah hanyalah milik para pecundang yang hanya meratap dibawah pohon usaha yang tumbang,,, yang tidak mau menanam lagi pohon-pohon usaha yang lain,walau buah yang akan akan dihasilkan belum tentu sebaik pohon yang sudah tumbang, memulai menanam lagi adalah yang paling utama....
Wake up and run, find your value,because the price will not waiting you to wake up..
MY LAST COFFEE? = NO,COFFEE's GREAT
Dari mencari informasi mengenai efek baik dan efek buruk tentang "si HITAM" kopi yang baru saja habis saya teguk,, dan sudah seperti "candu" bagi saya,semenjak jaman sekolah menengah,walau masih nyuri-nyuri kopi kakak saya atau kadang saya bawa sendiri jika pergi naik gunung,sebagai hobby saya dulu, eh ga disangka nyasar di blog yang informatif dan inspiratif tentang kopi dan segala hal dilingkungan nya, yaitu CIKOPI dan GAMBARELLO dan beberapa komentator yang hampir tiga jam saya bolak-balik halamannya,,padahal kalau mau langsung, ke mbah WIKI bisa langsung jelas,,,hehe hitung-hitung nambah teman daripada FB yang bikin kita malah jadi males nulis yang lebih manfaat ( menurut saya..).
Padahal kalau dibanding beliau-beliau yang specific membahas kopi,paling saya ndak ada seujung jari..la wong cuman penikmat kopi kelas 'gendongan' saja.
Tapi benar,sesuatu kalau diambil serius ternyata hasilnya luar biasaaaa.. atau ruaarr biasaaa (kaya bunyi iklan..)
Lihat apa yang mereka nikmati,sebenarnya mungkin (karena ngopi itu sifatnya individual katanya,tapi emang benar) jadi ingat kata teman saya semasa sekolah menenengah dikampung dulu,"kalau belum ngopi nggak kemepyar.." serasa hari ini belum afdol tanpa nyruput si Hitam ini..hehe.
Jadi karena sifatnya dan kelasnya sama juga dengan teh,cuma minuman,,namun tidak seseru kopi,banyak bertebaran outlet-outlet kopi baik lokal maupun international,dengan keunikan masing-masing,ternyata disitu "menggelundung" geliat ekonomi yang tidak bisa dibilang biasa-biasa saja.
Jadi teringat kakak saya di Lampung yang dulu sebagai tengkulak kopi,kalau saja gaya hidupnya 'benar' mungkin kakak saya bisa seperti juragan-juragan kopi yang saya lihat sekarang.
Hmm memang,hal sepele (apakah kopi sepele?bisa ya bisa tidak,wong tidak dilarang dan tinggal nyeruput..mantabb..kemepyar..)kalau ditangani secara serius,bisa wahh..
Tapi kalau ditangani secara amburadul atau sakarepe dewek ya jadinya ala kadarnya,seperti kondisi para tengkulak yang ambil dari petani markup sesuai pasar,modfikasi sedikit jual lagi, kalau sudah tidak mampu lagi membeli langsung,ya mati..
Dari Warung kakilima,gendongan,angkringan, Cafe-Cafe, dan Pabrik-Pabrik pembuat mesin penyaji kopi,Pabrik-pabrik pengolah kopi, Dealer dan outlet-outletnya.. wow ternyata kopi bukan barang sepele,, MUTIARA HITAM DARI TIMUR ternyata bukan mutiara atau rempah saja,kopi salah satunya..
Take serious on valuable and non valuable thing positively,than the success will not far to faced infront..
Don't take so serious when you faced problem,enjoy the process to find the core of the problem,and success also will not far infront ..
Jumat, 15 Mei 2009
MENGEJAR HARAPAN,IMPIAN ATAU KERIDHOAN

Mengejar Pelangi..mengharapkan pundi-pundi emas diujung pelangi...
Apakah seperti itu ya maksudnya,, ah kalau saya lebih suka memandangi indahnya pelangi
yang sudah jarang ada karena tertutup debu tebal udara kotor,, coba siapa yang masih sering melihat pelangi di Jakarta ini..
Mari mengejar segala yang diridhoi..meski dalam Impian ada Pengharapan namun belum tentu diridhoi,apalagi mengejar Pelangi,hehe mokal ya.. ya maklum
YOU ARE SUCH PRICELESS HUMAN..
A lady on the other email address send me message like this:
There are 3 Coke bottle that make in same factory, but each of them delivered into 3 different place, one to the road site shop,and sell only Rp.4000,- One send into big shopping center and priced at Rp. 7000,- and the last bottle send into the Hi Class Hotel 5 stars and served by request with good standard service hotel with price one bottle coke in Rp.60000,- wow fantastic,same product with different environment of market sold in very much gap of price.
From those analogy, the lady send me about those story,analyzed that PEOPLE in different environment will has different value of LIFE in very big gap,hah?
So sallow to get meaning from the LIFE,,,,or compare by the ENVIRONMENT where we live, so sarcastic and MATERIALISTIC..
Did you know not the good or the environments you belong described PEOPLE value, but the service and process you give that determine our price, don’t describe to sallow for advantage any condition we see…
One simple diamond, is always have same price as diamond, but the price will more higher if you add good service (shaped etc.) good package to the goods and the buyer service..
Even garbage if processed to become other product also will be much more price than priceless garbage..
Please see:
People+ talent + education + DIFERENT PROCCESS AND SERVICE ATTITUDE =
Different people price/value ( not price people see from you wear such material things that priceless..)
No one said we didn’t need material as our human being body is material too,
but price is how you give service and how process ‘create’ you to be the best price human with full of service.. it’s possible for us to maximize our service to get higher values?? yes, we can get and upgrade that,different environment will only make people more wise to knows and increase the service level..
Hope I'm not the last one to increase our service,to the environment or to the Creator God Almighty..
Priceless can be described as to low value and no value att all.
Priceless can be described as to high value and no one can buy that with money only..
Cara MELAYANI /service dan PROSES / process dari biasa saja ke yang berbeda / luar biasa secara detail Ke pelayanan yang lebih baik adalah yang menentukan harga dari suatu 'barang' atau nilai dari seseorang, meski pada dasarnya masing-masing orang mempunyai talent yang special yang bisa membuatnya luar biasa, sadar atau tidak...
Ya kita semua memang tak ternilai harganya dibanding perbuatan kita..
There are 3 Coke bottle that make in same factory, but each of them delivered into 3 different place, one to the road site shop,and sell only Rp.4000,- One send into big shopping center and priced at Rp. 7000,- and the last bottle send into the Hi Class Hotel 5 stars and served by request with good standard service hotel with price one bottle coke in Rp.60000,- wow fantastic,same product with different environment of market sold in very much gap of price.
From those analogy, the lady send me about those story,analyzed that PEOPLE in different environment will has different value of LIFE in very big gap,hah?
So sallow to get meaning from the LIFE,,,,or compare by the ENVIRONMENT where we live, so sarcastic and MATERIALISTIC..
Did you know not the good or the environments you belong described PEOPLE value, but the service and process you give that determine our price, don’t describe to sallow for advantage any condition we see…
One simple diamond, is always have same price as diamond, but the price will more higher if you add good service (shaped etc.) good package to the goods and the buyer service..
Even garbage if processed to become other product also will be much more price than priceless garbage..
Please see:
People+ talent + education + DIFERENT PROCCESS AND SERVICE ATTITUDE =
Different people price/value ( not price people see from you wear such material things that priceless..)
No one said we didn’t need material as our human being body is material too,
but price is how you give service and how process ‘create’ you to be the best price human with full of service.. it’s possible for us to maximize our service to get higher values?? yes, we can get and upgrade that,different environment will only make people more wise to knows and increase the service level..
Hope I'm not the last one to increase our service,to the environment or to the Creator God Almighty..
Priceless can be described as to low value and no value att all.
Priceless can be described as to high value and no one can buy that with money only..
Cara MELAYANI /service dan PROSES / process dari biasa saja ke yang berbeda / luar biasa secara detail Ke pelayanan yang lebih baik adalah yang menentukan harga dari suatu 'barang' atau nilai dari seseorang, meski pada dasarnya masing-masing orang mempunyai talent yang special yang bisa membuatnya luar biasa, sadar atau tidak...
Ya kita semua memang tak ternilai harganya dibanding perbuatan kita..
Kamis, 14 Mei 2009
KOMPETISI

Haruskah ada menang dan ada kalah?
Haruskah kita selalu berkompetisi agar kita diakui?
Haruskah persahabatan dinistakan karena sekedar apa yang disebut penghormatan?
Sebegitu nistakah manusia mengikuti ego,atau lebih bagus disebut nafsu?
Mengapa begitu banyak orang senang melihat orang lain lebih menderita?
Mengapa lebih sedikit orang yang menghargai dan megharapkan keseimbangan?
Mengapa masih banyak orang yang lebih senang kelebihan padahal dia sendiri tidak cukup waktunya untuk menikmati segala yang diserakahinya?
Sudahkah kita menyadari betapa berharganya keseimbangan,konflik mungkin timbul tanpa disadari,tapi peredam konflik jika tidak di luangkan untuk diberikan,konflik akan makin berkembang dan keseimbangan akan menjauh dari kenyataan, apakah hal seperti inni yang diharapkan dari manusia yang mencari makna dari hidup yang cuma dipinjamkan sebentar itu?
Sungguh indah jika kita saling mendukung,karena kita tidak diciptakan menpunyai semua kelebihan,masing - masing dari kita special dengan apa yang masing - masing menjadi pemberian kita,hanya akan tercipta suatu hal yang berguna jika kita saling menghargai dan bekerjasama,bukan berlomba untuk menang dan kalah.
Selasa, 12 Mei 2009
MATI LAMPU
Ada saja acara mati lampu didaerah strategis dan yang tidak diantisipasi oleh sebagian besar orang yang berkompeten untuk mengambil keputusan dengan menyediakan genset baik beli maupun sewa..
Dengan kondisi tersebut pasti menyulitkan di kehidupan yang serba electronics seperti sekarang ini,dan paling tidak usaha yang berjalan juga ada hambatan,masih beruntung notebook butut saya masih kuat batre-nya,bagaimana bapak-bapak atau ibu-ibu yang tadinya lagi ngetik kerjaanya untuk entri data dan belum disimpan,tanpa ba bi bu langsung drop listriknya,hehe paling tidak umpatan dan gerutu atau penyesalan serta beberapa hal yang menjengkelkan lainnya akan terjadi.
Mengapa dari dahulu sampai sekarang jika kita sudah tahu akan terjadi satu dua masalah dengan hubunganya yang kita kerjakan kita tidak antisipasi dengan menyediakan tindakan pencegahan,dalam hal ini siapkan genset untuk antisipasi mati lampu walau tidak sering namun tiba-tiba terjadi seperti ini? ah seandainya kita sebagai decision maker..hehe,mungkin iya mungkin tidak kita jadi peka dengan segala permasalahan,tapi insya Alloh kalau kita tidak terlena,pastinya segala sesuatu dapat dicegah seminimal mungkin timbul masalah ya..
Semoga jika kita menjadi pemimpin dalam segala bidang,baik bidang usaha,maupun hal lainnya,kita dapat lebih luas memandang segala permasalahan dan dengan cepat pula memberi keputusan agar dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul atau yang akan timbul, bisa protektif dan preventif dengan tepat. semoga.
Dengan kondisi tersebut pasti menyulitkan di kehidupan yang serba electronics seperti sekarang ini,dan paling tidak usaha yang berjalan juga ada hambatan,masih beruntung notebook butut saya masih kuat batre-nya,bagaimana bapak-bapak atau ibu-ibu yang tadinya lagi ngetik kerjaanya untuk entri data dan belum disimpan,tanpa ba bi bu langsung drop listriknya,hehe paling tidak umpatan dan gerutu atau penyesalan serta beberapa hal yang menjengkelkan lainnya akan terjadi.
Mengapa dari dahulu sampai sekarang jika kita sudah tahu akan terjadi satu dua masalah dengan hubunganya yang kita kerjakan kita tidak antisipasi dengan menyediakan tindakan pencegahan,dalam hal ini siapkan genset untuk antisipasi mati lampu walau tidak sering namun tiba-tiba terjadi seperti ini? ah seandainya kita sebagai decision maker..hehe,mungkin iya mungkin tidak kita jadi peka dengan segala permasalahan,tapi insya Alloh kalau kita tidak terlena,pastinya segala sesuatu dapat dicegah seminimal mungkin timbul masalah ya..
Semoga jika kita menjadi pemimpin dalam segala bidang,baik bidang usaha,maupun hal lainnya,kita dapat lebih luas memandang segala permasalahan dan dengan cepat pula memberi keputusan agar dapat menyelesaikan permasalahan yang timbul atau yang akan timbul, bisa protektif dan preventif dengan tepat. semoga.
Langganan:
Postingan (Atom)
