How to be focus on more important things?
How to make time given to be more efficient?
How to make people easy understand what we meants?
How to improve life quality? what kind of life quality is qualified?
How to make us trust our decision? what kind of partner we should choose?
How many friends we have to make? how many not friendly friend you found?
How many time I try to improve my 'quality' today?
Why every time I make word always put '..' did I hope people to know?or confused?
Why I typed these sentences.......
Wake up....action..
Did I've been there??
Sabtu, 28 Maret 2009
KEBENCIAN & PERBEDAAN
Kebencian adalah sumber kerusakan dan permusuhan, kenapa harus ada kebencian terhadap perbedaan...
Sang pencipta alam ini menciptakan segala sesuatu ada kekhususan masing-masing dan disitu perbedaan adalah mutlak ada walau ada unsur persamaanya, tapi tetap jelas beda,tidak ada sesuatu yang identik.
Jempol tangan manusia didunia ini tidak ada yang sama,apalagi hal lainnya...
Tapi mengapa manusia lebih suka untuk lupa dan me'ladangkan' kebencian dan memanen-nya untuk menjadikan perbedaan itu sebuah permusuhan daripada mensyukuri apa yang telah diterimanya untuk dinikmati selama 'liburan' di alam dunia ini..
Apakah memang sengaja kebencian itu di-adakan untuk kita berpikir?
Apakah kita termasuk manusia yang bersyukur dan berpikir?
Sang pencipta alam ini menciptakan segala sesuatu ada kekhususan masing-masing dan disitu perbedaan adalah mutlak ada walau ada unsur persamaanya, tapi tetap jelas beda,tidak ada sesuatu yang identik.
Jempol tangan manusia didunia ini tidak ada yang sama,apalagi hal lainnya...
Tapi mengapa manusia lebih suka untuk lupa dan me'ladangkan' kebencian dan memanen-nya untuk menjadikan perbedaan itu sebuah permusuhan daripada mensyukuri apa yang telah diterimanya untuk dinikmati selama 'liburan' di alam dunia ini..
Apakah memang sengaja kebencian itu di-adakan untuk kita berpikir?
Apakah kita termasuk manusia yang bersyukur dan berpikir?
WAKTU

Jadi tiba-tiba teringatkan mengenai waktu pada saat pagi-pagi sampai ditempat kerja pada waktu malam sebelumnya sempat pulang cuku larut,,
Pagi ini dapat khabar seorang rekan Security yang biasanya teman-teman security yang lainnya selalu memanggilnya sebagai 'adik' saya karena mirip baik perawakan maupun tampang 'culun-nya' waktu saya masih baru-baru masuk kerja ..hah menggelikan dan dia selalu memanggil saya 'abang' jika kita bercanda basa-basi pas lewat pos security di depan...
Tapi sungguh mengejutkan, dia yang baru saja kemarin malam berbincang dengan saya,pagi ini dapat kabar bahwa dia sudah kembali ke YME karena kecelakaan yang dialaminya ,sepertinya karena terburu buru atau karena cara mengemudi kendaraannya yang tidak aman atau hal lainnya...Inna Lillahi Wa Ina Lillahi Rojiun..( Semua yang dari Allah, semua akan kembali kepada-Nya ) Sungguh cepat segala sesuatu terjadi dan saat ini cuma orang lain yang bisa mengenangnya..
Saya jadi berpikir:
SUDAH KUAPAKAN WAKTU & KESEMPATAN HIDUPMU YANG SINGKAT KAU GUNAKAN,
KARENA SEGALA SESUATU SETELAH NYAWA TIDAK DIKANDUNG BADAN ADALAH HARI PEMBALASAN DENGAN APA YANG TELAH KAU PERBUAT DI MASA HIDUPMU YANG KITA TUNGGU..
JIKA KAU MENEBAR KEBAIKAN, BALASAN KEBAIKAN AKAN KAU TERIMA DI HIDUP SETELAH MATIMU..
JIKA KAU MENEBAR KEBURUKAN,BALASAN KEBURUKAN YANG KAU TERIMA PULA..
KARENA KITA HIDUP UNTUK BELAJAR,BERUSAHA,DAN BERIBADAH ..YANG DIRASAKAN PANCA INDRA HANYALAH MATERI FANA YANG DIPINJAMKAN KEPADA MANUSIA UNTUK DINIKMATI DAN DISYUKURI UNTUK MENCAPAI TINGKATAN IBADAH TERTINGGI ATAS SYUKUR KEPADA SANG PENCIPTA..
SETELAH ITU HANYALAH :
APA YANG DARI TANAH,KEMBALI KE TANAH(MATERI)
KESADARAN KITA AKAN MENUNGGU HARI PEMBALASAN/KIAMAT DIALAM KUBUR( CONSEQUENCES)
RUH KITA KEMBALI KE SANG KHOLIK SAMPAI HARI AKHIR TIBA,UNTUK DIKEMBALIKAN KEPADA KESADARAN KITA YANG DIALAM KUBUR UNTUK DIHISAB (dihitung) AMAL KITA PADA SAAT PEMBELAJARAN KITA WAKTU KITA DIPINJAMKAN 'WAKTU' HIDUP SEBELUMNYA.
YAH WAKTU ADALAH RELATIF,ITU HANYA TANDA HITUNG KEPADA SESUATU YANG MUTLAK BENAR 'BERTASBIH' KEPADA ALLAH YANG MAHA KUASA, NAMUN SUDAHKAH RELATIFITAS YANG KITA PUNYA SAAT INI
SUDAH KITA AMALKAN SEMAKSIMAL MUNGKIN,ATAU KITA MASIH PELIT PADA DIRI KITA SENDIRI
DAN TERLENA DENGAN 'BLING-BLING' DAN DESAHAN ALAM MATERI YANG MEMBUTAKAN MATA HATI..
Demikiankah apa yang saya rasakan dan pahami mengenai waktu,tinggal mau saya apakan ya sisanya yang saya sendiri tidak tahu sampai kapan?
Selasa, 24 Maret 2009
MELIHAT PELUANG
Setelah melihat peluang, apa yang kita lakukan jika kita menginginkan perubahan?
1. Melihat
2. Menganalisa ( tingkatan analisa tergantung jenis peluang )
3. Merencanakan dan menyiapkan tindakan
4. Lakukan sesuai kondisi peluang dan target yang dinginkan,
5. Berserah kepada usaha dan hasil apa yang akan diterima dengan terus meningkatkan kualitas kegiatannya.
Sungguh sederhana dan mudah, kenapa saya masih terus terbayang dengan hitungan dan analisa yang belum tentu benar........
1. Melihat
2. Menganalisa ( tingkatan analisa tergantung jenis peluang )
3. Merencanakan dan menyiapkan tindakan
4. Lakukan sesuai kondisi peluang dan target yang dinginkan,
5. Berserah kepada usaha dan hasil apa yang akan diterima dengan terus meningkatkan kualitas kegiatannya.
Sungguh sederhana dan mudah, kenapa saya masih terus terbayang dengan hitungan dan analisa yang belum tentu benar........
Senin, 23 Maret 2009
LUPA AKAN HAKIKAT AMANAH..

Ada seorang mantan JAKSA,pensiunan, yang 'berhasil' secara materi, anak-anaknya rata2 berhasil dan sudah bekerja serta mereka sudah mempunyai penghasilan sendiri yang sama sekali tidak perlu meminta sedikitpun dari orang tuanya yang masih komplit dan berhasil secara materi dari hasil pensiun-nya sebagai seorang Jaksa pamong keadilan yang 'berhasil' ( mungkin ini prasangka,semoga hamba dimaafkan dan diberi petunjuk oleh YME jika ini salah,namun semoga ini menjadi pembelajaran jika suatu saat saya juga 'berhasil' jika dilihat dari materi yang bisa saya dapatkan jika mimpi-mimpi saya terwujud agar tidak terlupa...wallahu a'lam bswb.)
Dan pak Jaksa beserta istrinya dengan dana pensiunnya membeli tanah yang luas dengan murahnya dan dibangunlah disitu berderet tempat kontrakan berpuluh pintu dalam lokasi di sekitarnya juga ada yang membeli tanah kosong tersebut hanya untuk tempat tinggal karena lebih murah jika harus membeli di tempat yang lebih strategis walaupun tidak bisa membeli bidang dan letak tanah yang lebih ideal untuk tempat tinggal.
Namun..dalam pelaksanaan pembuatan rumah kontrakan tersebut jalan lewat yang tidak mungkin dari seorang janda yang baru ditinggal suaminya(meninggal) dan anaknya yang tentu seorang yatim,yang sudah memohon untuk diberikan sedikit ruang barang setapak untuk akses jalan agar dapat berusaha..masya Allah, samasekali tidak dibuka , rumah si janda tersebut tertutup rapat oleh pagar kontrakan sang mantan Jaksa yang berhasil tersebut...Ina lillahi wa inallilahi rojiun,apakah sang Jaksa yang sudah sepuh itu lupa,apa yang dibangun dan dibanggakanya saat ini tidak akan ada harganya nanti atau besok jika nyawa sudah tidak dikandung badan..
Untuk sekedar jalan lewat,akses ekonomi sang janda beranak yatim,akses bermain sang anak yatim, yang dengan alasan apapun sebenarnya akses pahala sang 'penyewa' tanah milik yang maha Kuasa, mengapa dibutakan dengan alasan duniawi, dengan 'congkak'nya juga menganggap bahwa jalan yang diberikan oleh pemilik tanah sebelumnya adalah haknya karena bidang tanah yang dipunyai 'paling' luas , dan dengan semenanya berhak MENGURANGI UKURAN LUAS JALAN untuk sekedar meng-utuhkan jumlah pintu kontrakan yang harus jadi...target apa sebenarnya yang ingin dicapai oleh pasangan suami istri jompo dengan anak-anak yang sebenarnya tidak mengharapkan apapun dari orang tua mereka yang memang sudah lebih dari cukup untuk kehidupan di dunia fana dengan tingkatan pola hidup yang tidak bisa dianggap sederhana?
Itukah yang dinamakan tamak? apakah karena itu untuk menjadi Jaksa dan perangkat hukum lainnya cukup mahal di negeri ini karena memberikan penghasilan yang lebih dari orang-orang biasa apalagi hanya seperti sang Janda yang mencoba bertahan hidup dengan berjualan minuman ringan harus ditutup jalan hidupnya karena merasa berhak dan statusnya lebih mampu?.... ini memang bukan sekedar cerita, ini sesuatu yang saya rasakan didepan mata saya,namun jika apa yang cetho melo-melo saya lihat salah,mohon dimaafkan, semoga ini menjadi pengingat bagi kita yang diberi Amanah lebih daripada orang lain,bahwa segala yang kita miliki di dunia ini adalah FANA.. pernahkah kita mencoba untuk 'mematikan' atau menon-aktifkan PANCA INDRA kita dalam keadaan sadar untuk mengerti,apa yang kita rasakan jika segala indra tidak mampu lagi merasakan...pernahkah...
Bagaimana jika kulit tidak bisa merasakan sentuhan..
Bagaimana jika mata tidak bisa melihat..
Bagaimana jika lidah sudah tidak bisa mengecap..
Bagaimana jika hidung sudah tidak bisa membau..
Bagaimana jika telinga sudah tidak mendengar.....
APA YANG KITA RASAKAN....?? TAHUKAH KITA?
Itulah arti FANA...materi adalah fana,mengapa kita menjadi tamak dengan titipan?
Sebegitu takutnya kah jalan rejeki tertutup untuk sekedar berbagi tanpa harus me-rana-kan orang yang sudah sengsara?..
Semoga kita selalu ingat hal berikut ini:
diriwayatkan oleh Al Imam Muslim rahimahullah dari hadits Abu Thufail Amir bin Watsilah ia berkata: “Suatu saat aku pernah berada di
sisi Ali bin Abi Thalib , maka datanglah seorang laki-laki seraya
berkata: “Apa yang pernah dirahasiakan oleh Nabi kepadamu?” Maka Ali
pun marah lalu mengatakan: “Nabi belum pernah merahasiakan sesuatu
kepadaku yang tidak disampaikan kepada manusia ! Hanya saja beliau
pernah memberitahukan kepadaku tentang empat perkara. Abu Thufail
berkata: “Apa empat perkara itu wahai Amirul Mukminin ?” Beliau
menjawab:
“Rasulullah bersabda:
“(Artinya) Allah melaknat seorang yang melaknat kedua orang tuanya,
Allah melaknat seorang yang menyembelih untuk selain Allah,
Allah melaknat seorang yang melindungi pelaku kejahatan,
dan Allah melaknat seorang yang mengubah tanda batas tanah.”
(At Tashawwuf Min Shuwaril Jahiliyyah, hal. 7-8).
**Semoga Allah selalu melindungi kita dari perbuatan yang dimurkai-Nya**
WEJANGAN SIMBAH
Urip nang donya dadi wong lanang aja kapusan karo perkoro iki:
1.Kertu
2.Latu
3.Ciu
Telung perkoro nganggo tetelah 'u' kuwi bisa agawe uripmu TATU:
1.Tatu, natoni awakmu dewe lan wong liyane opomaneh anak bojo sing bakal paling kuciwo.
2.Tatu, rejeki lan dalane uripmu.
Elingo yo sing utama kabeh bakal ditakokake uripmu nang donya digawe opo.. ( 'simbah'mu).
Artinya:
Hidup di-Dunia jangan tertipu kenikmatan semu dari 3 perkara (dalam bahasa Jawa ngoko 3 perkara tersebut berakhiran 'u' semua):
1.Kartu ( yaitu,jangan tertipu dengan permainan kartu,dsb yang berhubungan dengan judi).
2.Latu ( yaitu,sisa pembakaran rokok,berarti kita tidak boleh merokok,kalau jaman dulu ngerokok biasanya dicampur candu ataupun hal-hal lain sehubungan dengan rokok)
3.Ciu ( yaitu,semacam minuman beralkohol tinggi yang biasa buat diminum untuk mabuk,dan sebutan untuk segala minuman yang beralkohol menurut 'simbah' saya itu)
Karena tiga perkara yaitu 3 kalimat dengan akhiran 'u' tersebut akan membuat luka(tatu) yang melukai banyak hal,beberapa diantaranya:
1.Melukai diri sendiri dan juga orang lain,yang paling merasakan adalah anak dan istri,karena disamping melukai badan,juga melukai perasaan karena tindakan-tindakan yang akan timbul dan pasti ada jika kita 'mengkomsumsi' 3 perkara tersebut.
2.Yang utama juga adalah akan melukai jalan rejeki dan jalan hidup kita tidak akan sesuai apa yang seharusnya,yaitu jalan yang diridhoi..
Jadi ingatlah,pada akhirnya nanti sebelum hari pembalasan,segala sesuatu akan dipertanyakan dan dinilai,untuk apa hidupmu yang telah dipinjamkan kamu pergunakan..
Maturnuwun simbah Saya berterima kasih,,jika saya sudah kenal hal tersebut secepatnya saya harus tinggalkan..dan akan selalu berdoa agar tidak 'kenal' lagi..
Jika belum kenal,saya akan berdoa agar dijauhkan dari keinginan dan kesempatan mengenal hal tersebut.... semoga...
1.Kertu
2.Latu
3.Ciu
Telung perkoro nganggo tetelah 'u' kuwi bisa agawe uripmu TATU:
1.Tatu, natoni awakmu dewe lan wong liyane opomaneh anak bojo sing bakal paling kuciwo.
2.Tatu, rejeki lan dalane uripmu.
Elingo yo sing utama kabeh bakal ditakokake uripmu nang donya digawe opo.. ( 'simbah'mu).
Artinya:
Hidup di-Dunia jangan tertipu kenikmatan semu dari 3 perkara (dalam bahasa Jawa ngoko 3 perkara tersebut berakhiran 'u' semua):
1.Kartu ( yaitu,jangan tertipu dengan permainan kartu,dsb yang berhubungan dengan judi).
2.Latu ( yaitu,sisa pembakaran rokok,berarti kita tidak boleh merokok,kalau jaman dulu ngerokok biasanya dicampur candu ataupun hal-hal lain sehubungan dengan rokok)
3.Ciu ( yaitu,semacam minuman beralkohol tinggi yang biasa buat diminum untuk mabuk,dan sebutan untuk segala minuman yang beralkohol menurut 'simbah' saya itu)
Karena tiga perkara yaitu 3 kalimat dengan akhiran 'u' tersebut akan membuat luka(tatu) yang melukai banyak hal,beberapa diantaranya:
1.Melukai diri sendiri dan juga orang lain,yang paling merasakan adalah anak dan istri,karena disamping melukai badan,juga melukai perasaan karena tindakan-tindakan yang akan timbul dan pasti ada jika kita 'mengkomsumsi' 3 perkara tersebut.
2.Yang utama juga adalah akan melukai jalan rejeki dan jalan hidup kita tidak akan sesuai apa yang seharusnya,yaitu jalan yang diridhoi..
Jadi ingatlah,pada akhirnya nanti sebelum hari pembalasan,segala sesuatu akan dipertanyakan dan dinilai,untuk apa hidupmu yang telah dipinjamkan kamu pergunakan..
Maturnuwun simbah Saya berterima kasih,,jika saya sudah kenal hal tersebut secepatnya saya harus tinggalkan..dan akan selalu berdoa agar tidak 'kenal' lagi..
Jika belum kenal,saya akan berdoa agar dijauhkan dari keinginan dan kesempatan mengenal hal tersebut.... semoga...
WAKTUMU ADALAH NAFASMU
SEMOGA KITA SEMUA BUKAN TERMASUK ORANG YANG MERUGI
Wal Ashri
(Demi waktu),
innal insaana la fii khusrin
(sesungguhnya semua orang dalam keadaan merugi),
illalladziina amanuu
(kecuali orang orang yang beriman),
wa amilush sholihaati
(dan ber amal soleh),
watawaaashoubil haqqi watawaashoubish shobr
(dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran)
Tarjamah Surah 103. Al-'Asr
Wal Ashri
(Demi waktu),
innal insaana la fii khusrin
(sesungguhnya semua orang dalam keadaan merugi),
illalladziina amanuu
(kecuali orang orang yang beriman),
wa amilush sholihaati
(dan ber amal soleh),
watawaaashoubil haqqi watawaashoubish shobr
(dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran)
Tarjamah Surah 103. Al-'Asr
Langganan:
Postingan (Atom)
